Sunday, October 12, 2014

7th Course: Delicious Days With Martha - a delicious slice of life



After a full week of reviewing mangas with extraordinary recipe, settings, or cooking skills, now it's time to close up our Fall Appetite manga review marathon with something light but still could make us feel content and of course full with delicious recipes.

At first I was a bit unsure of this manga, because its synopsis said it is just a tale about a broke Portuguese student named Martha who live in Japan and loves to eat great food. Apparently eventhough the synopsis is right, there is much more to read in this humble unprentious manga.

It definitely start slow, with a slice of life manga kind of approach. It even remindes me of Yotsuba with its story that has mundane everyday reality feel, yet with the right amount of something extra to make it still interesting.

I even feel like Martha totally fit a more mature Yotsuba. She is humble, down to earth, full of curiosity and have the same enjoy everything atittude. With so little she manages to make the most of it.

The same goes with the food that she cook. It is mostly unpretentious heartly home cooked meal. Even with its Portuguese inspired cooking, the recipes does not feel like it was ripped of from some fancy restaurant page, but feel more like comfort home cooked recipes.

Another thing that get me hooked with this manga is even with a foreigner as the main character it still full of Japanese culture trivias. Even more, since Martha is a foreigner that fell in love with Japan, it is easy to relate with her and fell in love with the same thing that she loves.

So far, based on the google search i've done to get more info about this manga, there is not show much clue about how well this manga is going or even how far will it go. I hope my review could help promote it a bit since i have high hopes and really enjoy this delicious comforting manga.

_____________________________________________

 Setelah seminggu penuh gw membahas manga dengan resep-resep dan teknik memasak yang super canggih, sekarang waktunya kita untuk menutup minggu marathon komik nafsu makan musim gugur dengan sesuatu yang ringan tapi tetap bisa membuat kita merasa kenyang dan pastinya tetap penuh dengan resep-resep yang enak.

Awalnya gw agak ragu untuk membeli manga ini karena sinopsisnya yang kurang menjual dengan penjelasan singkat bahwa manga ini berkisah tentang Martha seorang pelajar Portugis miskin yang tinggal di Jepang dan sangat suka makanan enak. Tapi ternyata manganya sendiri jauh lebih menarik dengan kisah yang sederhana dan tidak berlebiha.

Alur kisahnya cukup lambat, dengan pendekatan gaya manga slife of life. Bahkan gaya penceritaannya cukup mengingatkan gw pada Yotsuba karena kisahnya yang penuh dengan hal-hal keseharian yang normal, namun tetap dengan sesuatu ekatra dengan dosis yang tepat untuk membuatnya tetap menarik.

Gw bahkan merasa bahwa Martha itu seperti versi dewasa dari Yotsuba. Dengan kesederhanaan, keceriaan, rasa keingintahuannya dan juga sikap menikmati segalanya seperti Yotsuba. Dengan segala keterbatasannya dia berhasil tetap memaksimalkan keadaan.

Begitu juga dengan makanan yang dia masak. Kebanyakan adalah masakan rumahan yang sederhana dan dimasak dengan penuh perasaan. Bahkan dengan pengaruh masakan Portugis, resep-resepnya tidak seperti diambil dari menu restoran mewah melainkan seperti masakan dengan cita rasa rumahan.

Hal lain yang membuat gw sangat menikmati manga ini adalah walaupun tokoh utamanya adalah orang asing, tapi kisahnya penuh dengan pengetahuan tentang budaya jepang. Justru karena Martha adalah orang asing yang jatuh cinta pada budaya Jepang, lebih mudah untuk berempati dan melihat dunia dengan sudut pandangnya.

Sejauh ini, berdasar pencarian Google yang gw lakukan untuk mendapatkan info lebig tentanf manga ini, tidak ada terlalu banyak petunjuk tentang bagaimana respon atas manga ini maupun kelanjutan kisahnya. Gw harap ulasan ini bisa membantu mempromosikan manga ini sedikit karena gw sangat menikmati manga ini dan berharap bisa terus membaca kisahnya yang membumi, nyaman, namun tetap menarik dan lezat.


No comments: