Wednesday, October 8, 2014

3rd Course : Born To Cook - The New Mr. Ajikko

I think as a 90s kid here in Indonesia you must at least have the chance to enjoy some of the great anime played in local tv. One of them which i recalled as a hot topic in my elementary school was Born to Cook.

 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPsMicqMNZ0QLrbwC8jBlpMBbbwpEjsxdwZ9Qh62055Vf6jpDv5wF2yp3-LlLY9wT9sYqimfEza1YTC53TeyE0c43KPoQLRzBU3JF5kqvQ0unXiGN1fUE8TK9J_SE8Dwpl9NNyva6MleHy/s1600/sssssss.png


This anime which is of course based on a manga is one of the most memorable manga in my childhood. It was not until lately i got the chance to read the manga version when the spin off was published by m&c comics here in indonesia.

Granted, the spin off is just a portion of how extraordinary the original was. I still remember kids reenacting the over the top comment and facial expression mr. Ajikko has after eating yoichi's dish. Still it was good to see this story in a more modern approach and also how the characters turn out as adults.

The food also actually feel like a cooled down version of the old one. But nevertheless still fun to read.

As i've mentioned earlier i only got the chance to read the new version, thus i will based my review on that rather than the old one. Basically the story tells us about how Yoichi grows up, and how his son follow his footsteps on becoming a chef.

The spin off has one major plotline on how mr ajikko has lost his senses and will not budge unless he eat 'moving' great food. This has caused some chaos in the culinary empire he had created. Now him being unable to lead it, his empire is led by his brother and a talented new cook.

To be honest i feel like the story need some extra something most of the time. It just felt like a bit underseasoned at times. But maybe it's just me that cannot stop comparing it with the anime version.

Other than that it is still an entertaining cuisine manga. And i think 90s kids would totally love to see how Yoichi has grown with them, have kids and made it as a great chef while maintaining his idealism.

_____________________________________________


Rasanya semua anak yang tumbuh di Indonesia di tahun 90-an, pasti punya kesempatan yang sama untuk menikmati anime-anime yang diputar di TV lokal. Salah satu diantaranya yang selalu menjadi topik bahasan di SD gw dulu adalah Born To Cook (Mr. Ajikko).

Anime yang tentunya diadaptasi dari manga berjudul sama ini adalah salah satu serial yang paling berkesan dari masa kecil gw. Namun, baru belakangan akhirnya gw berkesempatan untuk membaca versi manganya ketika spin-off (prequel) nya diterbitkan oleh M&C Comics di Indonesia.

Memang sih, spin-off nya cuma sebagian kecil dari betapa heboh kisah aslinya. Gw masih ingat bagaimana dulu teman-teman sekolah gw memeragakan ekspresi-ekspresi aneh Ajiou setelah memakan masakan Yoichi, Namun, tetap saja menarik untuk membaca pendekatan yang lebih modern dan juga bagaimana kelanjutan kisah mereka sebagai orang dewasa.

Masakan-masakan yang ditampilkan juga seperti versi lebih 'normal' dibanding kisahnya yang dulu. Tapi tetap saja manga tentang masakan memang menarik untuk diikuti.

Seperti telah gw tulis sebelumnya, untuk versi komik, gw hanya sempat membaca versi barunya, oleh karena itu review ini akan gw lebih dasarkan pada versi yang baru. Pada intinya manga ini berkisah tentang Yoichi yang kini sudah dewasa dan bagaimana anaknya mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi seorang koki.

Spin-off kisah ini dilatari oleh satu kisah utama dimana Ajiou kehilangan indera pengecapnya dan tidak mau merespon kecuali dia memakan masakan-masakan hebat yang dapat 'menggerakan' dirinya. Hal tersebut menyebabkan kekacauan di perusahaan yang dia pimpin. Dengan ketidakmampuannya untuk memimpin perusahaan, posisi tersebut kemudian diisi oleh adiknya dan seorang koki muda misterius yang berbakat.

Sejujurnya, selama gw membaca manga ini gw merasa kalau manga ini kekurangan 'sesuatu'. Rasanya agak hambar di beberapa episode/adegannya. Tapi mungkin juga itu hanya dikarenakan gw tidak bisa berhenti membandingkannya dengan versi animenya.

Di luar itu, secara keseluruhan manga ini tetap merupakan manga tentang dunia kuliner yang menarik. Anak-anak 90an pasti akan tertarik untuk melihat bagaimana Yoichi tumbuh besar, sudah berkeluarga, dan sukses menjadi koki dengan tetap mempertahankan idealismenya.




No comments: