
Just as many other detective manga (or manga, or detective stories in general) QED revolves around cases that are being solved by a detective and his sidekick that seems to never aged, even after 45 volumes.
But unlike any other, QED is loads with other tricks upon its sleeves. Not just tricks which are being used in the cases, but also tricks in how the author tells its story.
I've been really impressed with how well the author crafted case after case without making me bored. And even after 45 volumes I'm still excited everytime a new volume is out.
Unlike a particular popular detective manga, without being to dramatic and unrealistic, QED always tell its stories with maintaining its calm and cool atmosphere.
Just got my hands on the new volume and the first story really struck me. For me this is one of his best work so far, clean, simple, but full of human values.
Proofing my point earlier that this manga never stop reinventing itself, the story opened with a scene from another manga which is crucial to the backstory of the case. It didn't make sense at first but then as the story unfolds, I can't see a better way to putting it together.

(please excused the super awful pages photo and cleaning, I can't seem to find an uploaded image of the English version, thus I translate n clean it myself -_-)
It's really great how the author managed to illustrate such complex point with such a simple way. Reading, watching, hearing murder cases usually makes me feel as if the victims are so one dimensional. In the end it always felt like something is still 'unsolved' even after the case and the tricks are explained.
Well, actually not just murder cases, in many event in life people tend to forget how others have their own story, Their own life. Their own journey. And that there is no way you can know it all unless you experience every minute and every day of that people's life yourself. Which makes it totally impossible.
It's just like the fish story in David Foster Wallace's speech "This is Water". Just like this manga, his speech always keeps me in check for paying more attention to other people rather than just swim away through this life. Even more it reminds me to respect and try not to judge others easily.
Since who knows what kind of water has they swim through to reach this point?
Bellow is the link to a great short video adaptation of the speech.
http://vimeo.com/channels/staffpicks/65576562

------------------------------------------------------------------
Seperti kebanyakan manga detektif, atau cerita-cerita misteri pada umumnya, QED berkisah seputar petualangan dan kasus-kasus yang dipecahkan oleh seorang detektif dan partnernya, yang entah bagaimana tidak bertambah tua, bahkan setelah 45 jilid.
Namun, yang membedakannya dari kisah-kisah sejenis di genrenya tersebut, QED memiliki trik-trik yang tergolong unik. Tidak hanya dalam hal trik yang digunakan dalam kasus-kasusnya, namun juga trik dalam bagaimana si pengarang menceritakan kasus tersebut. Gw benar-benar terpukau dengan luwesnya gaya bercerita Motohiro Katou. Bahkan setelah 45 jilid, gw tetap bersemangat menanti volume selanjutnya.
Berbeda dari komik 'detektif populer' lainnya, tanpa menjadi terlalu dramatis atau dibuat-buat, QED selalu dapat menuturkan kasusnya dengan tetap mempertahankan atmosfir cerita yang kalem dan tenang.
Belum lama ini, gw membaca seri terbarunya dan kasus pertama di volume tersebut benar-benar membuktikan kemampuan manga-kanya. Bagi gw, ini adalah salah satu kisah terbaiknya sejauh ini. Sederhana, namun penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Membuktikan argumen gw sebelumnya bahwa komik ini tidak pernah berhenti mengembangkan caranya bercerita, kasus dibuka dengan adegan dari manga lain yang bersifat krusial bagi kisah yang melatarbelakangi kasus kita kali ini. Meskipun awalnya berkesan tidak nyambung dan agak aneh, namun seiring dengan berlanjutnya cerita, semakin terasa kalau tidak ada cara lain yang lebih pas untuk menceritakan kasus ini.
(harap maklum untuk foto halamannya, karena gw ga nemu versi scanlationnya sejauh ini -_-)
Cara sang manga-ka untuk menggambarkan poin yang begitu rumit dengan cara yang sangat sederhana benar-benar mumpuni. Biasanya kalau gw membaca, mendengar atau menonton kasus-kasus misteri terutama yang temanya pembunuhan, di akhir cerita si 'korban' akan tetap terasa sebagai pelaku yang pasif dan one dimensional. Biasanya cuma diceritakan sebagai 'korban' saja. Seringkali hal ini membuat gw merasa seperti ada yang mengganjal dan belum terselesaikan, bahkan setelah kasus dan triknya terungkap dan dijelaskan.
Yah, sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi pada kasus-kasus/cerita-cerita misteri, seringkali orang lupa bagaimana orang lain baik korban maupun pelaku mempunyai kisah/latar belakang sendiri. Hidup mereka sendiri. Pengalaman mereka sendiri. Dan tidak mungkin sepenuhnya dipahami oleh orang lain kecuali orang tersebut menjalani hidup yang sama persis tiap menit tiap detiknya. Intinya hal itu mustahil.
Kurang lebih efek yang gw rasakan setelah membaca komik ini sama dengan efek yang gw rasakan setelah mendengar kisah ikan di pidato David Foster Wallace, 'This is Water'. Sama seperti manga ini, pidatonya selalu mengingatkan gw untuk lebih berempati dan memperhatikan orang-orang disekeliling gw, dan tidak begitu saja 'ngeloyor' dan cuek dalam menjalani hidup. Moril lain yang gw dapat adalah untuk selalu menghargai orang lain dan jangan suka langsung men-judge tingkah laku orang lain.
Karena siapa yang tahu air bagaimana yang sudah dilewati ikan-ikan itu hingga bisa sampai di titik ini?
Di bawah ini adalah link untuk versi video pendek dari pidato 'This is Water'.
http://vimeo.com/channels/staffpicks/65576562
(Originally this post was published in macchamochi.tumblr.com at May 16,2014)
No comments:
Post a Comment