Monday, May 19, 2014

Dragon Pigmario - a classic myth retelling with twists

First published in Indonesia in 1996, this 80s manga has become one of my favorite greek/rome mythology retelling.



The 9 year old me at that time (gah, this just makes me feel really old -_-) really swept away by its fairy tale like adventure. With gods and goddess, magics, adventures and love stories, for me Kurt's journey is just like the other classical fairy tale such as cinderella or jack and the beanstalk.

This manga is based loosely on the greek/roman mythology of Pygmallion, a sculpturer who fell in love with a statue he made. It follows the adventure of Kurt, a demi-god, who tries to turn his mother back to life after she was turned into stone by Medusa.

Mixing the Pygmallion myth with Hercules among other myths, Kurt is portrayed as a mortal boy with god like strength. On his journey he is accompanied by his loyal dragon friend Leon.



They meet people, fight the bad guys, make friends, fell in love, basically do all the formulaic shonen manga adventures. But still as what i have suggested earlier, this is a manga that deserve to be a classic, and at least for me its ok to be formulaic as a classic.  I do expect it to fill a certain standard afterall.

Complete with morals and good vs evil like backstory. This classic still has a twist afterall by showing at the end that balance is needed and unlike children stories, what is white is not always good and what is black does not always equal with evil.

Still after rereading it a while back after all this tale remains timeless. Just as good myths and tales do, you can tell and retell it without losing the exitement.
___________________________________________________________________________________

Diterbitkan pertama kali di Indonesia pada tahun 1996, manga tahun 80-an ini telah menjadi salah satu adaptasi mitos yunani/romawi favorit gw.

Diri gw yang pada saat itu berumur 9 tahun (gah, nulis ini bikin berasa tua sangat -_-) benar-benar terpesona dengan kisah petualangannya yang bagaikan dongeng. Dengan dewa dewi, sihir, petualangan dan kisah-kisah cinta, bagi gw, perjalanan Kurt sejajar dengan dongeng-dongeng klasik lainnya seperti Cinderella dan Jack dan pohon kacang. 

Komik ini didasarkan pada mitos yunani/romawi 'Pygmallion', yang berkisah tentang seorang pemahat yang jatuh citna dengan patung yang dia buat. Dragon Pigmario sendiri mengadaptasi kisah tersebut dengan bumbu dan campuran mitos-mitos lainnya. Dengan ide dasar Pygmallion manga ini menceritakan perjalanan Kurt, anak setengah dewa/ demi-god, yang mencoba untuk mengembalikan Ibunya yang diubah menjadi batu oleh Medusa.

Mencampurkan mitos Pygmallion dengan Hercules, Kurt digambarkan sebagai bocah manusia yang memiliki kekuatan super seperti dewa. Dalam petualangannya dia ditemani oleh teman naganya Leon.

Berdua mereka bertemu dengan banyak orang, melawan penjahat, mendapat teman baru, jatuh cinta, yah, dasarnya melakukan semua hal yang umum dilakukan di komik-komik shonen lainnya. Namun, seperti yang sudah gw katakan sebelumnya, karena manga ini merupakan manga 'klasik', tidak apa-apa untuknya mempunyai kisah yang sesuai standar. Untuk menjadi klasik gw memang mengharapkan komik ini untuk berjalan sesuai dengan pakem komik shonen klasik yang ada.

Lengkap dengan moril dan latar belakang kebajikan melawan kejahatan. Komik klasik ini tetap memiliki sedikit twist dengan menunjukkan pada akhirnya bahwa tidak seperti kebanyakan dongeng anak-anak, tidak semua yang baik itu benar-benar baik dan yang hitam benar-benar jahat.

Dan seperti membaca kisah-kisah klasik lainnya, manga ini tetap terasa menyegarkan. Seperti dongeng dan mitos, kisah ini bisa diceritakan berulang-ulang tanpa mengurangi keseruannya.

No comments: