After reviewing about food, cooking, and even the ingredient over the past four reviews, now is the appropriate time to washed it down with something refreshing.

There's not really that much manga that focuses on drinks. Well, so far I've only ever read two. There's Barista for coffee, and then there's Drops of God for wine.
Written by Tadashi Agi and drawn by Shu Okimoto, this manga is a mix of family drama, passion, competition, persistence, journey, and of course wine. Actually I have never drink any wine before, but I do know that it might be not as extravagant as how they depicted it in this manga. Well, at least you won't get the visual of men from many times building a Gaudi masterpiece when you sip one (yeah it's one of the description they put for one of the wine).
The story starts when a famous wine critique, Kanzaki Yutaka died and in his will he put his heirs to a test/competition before they can inherit all of his estates including a wine cellar with a very comprehensive and valuable collection. They have to blindly guessed based on description only the 12 most valuable wine in his collection which are called the 12 Apostles. The competition is between his estranged only child Kanzaki Shizuku which is currently works in a beer company and another famous critique Tomine Issei.
As far as I have read (about 20 volumes from the total 44 volumes) it seems like there is a much bigger meaning behind the tests that Kanzaki Yutaka put. Most of the challenges focused on a certain phase in a human life, in his life to be precise. This is what makes his son, who at first feels really hesitant to join the competition finally willing to join the test into get a better understanding on his late father and his passion for wine.
The technical aspect of wine industry/farming also always put front and centered in this manga. One thing that this manga wants to acknowledge to its reader is how wine comes with many variations which might come as the result of different farm, land, or era in which it was produced/cultivated. Moreover it wants to show that there is always a wine for every people, every mood, every occasion.
Well, all in all, the competition and mysterious factor of this manga always makes me curious of what is going to happen next. It almost feel like reading a thriller manga because it makes the reader guess what is the message behind the clue that was given. Also, for a person that never and might never drink wine, i think this manga can be quite the reference to broaden my knowledge to this unknown territory.
____________________________________________________________________________________
Setelah sebelumnya gw mengulas tentang makanan, masakan, dan bahkan bahan-bahan yang digunakan, sekarang waktunya untuk memilih minuman yang menyegarkan.
Tidak banyak manga di luar sana yang berfokus pada minuman. Yah, sejauh ini gw cuma pernah membaca dua. Untuk manga tentang kopi ada Barista, dan untuk manga tentang wine ada Drops of God.
Ditulis oleh Tadashi Agi dan digambar oleh Shu Okimoto, manga ini adalah campuran dari drama keluarga, passion, kompetisi, kesungguhan dan keuletan, perjalanan dan tentu saja wine. Sebelumnya gw belum pernah mencicipi wine, tapi sepertinya rasanya tidak mungkin se-wah sebagaimana yang mereka deskripsikan di manga ini. Paling tidak rasanya agak tidak mungkin untuk mendapatkan gambaran tentang pekerja dari masa ke masa yang meneruskan pembangunan mahakarya Gaudi ketika kamu menyesap sedikit wine (ya, ini salah satu deskripsi yang didapatkan ketika tokoh utamanya meminum salah satu wine dalam kisah ini).
Kisahnya dimulai ketika seorang kritikus wine kenamaan, Kanzaki Yutaka meninggal dan membuat para pewarisnya untuk mengikuti sebuah tes/kompetisi sebelum mereka dapat mewarisi semua hartanya termasuk di dalamnya sebuah tempat penyimpanan wine dengan koleksi yang sangat komprehensif dan berharga. Mereka harus menebak berdasarkan deskripsi yang dia tuliskan dalam wasiatnya 12 wine yang disebut sebagai 12 Apostles. Kompetisi ini diikuti oleh anaknya yang sudah lama memutuskan ikatan dengannya Kanzaki Shizuku yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan bir dan seorang kritikus wine terkenal lainnya yang bernama Tomine Issei.
Sejauh yang gw baca (sekitar 20 jlid dari total 44 jilid) rasanya ada maksud lain dibalik tes yang dirancang oleh Kanzaki Yutaka. Kebanyakan tantang yang dia berikan ternyata berfokus pada suatu tahap tertentu dalam kehidupan manusia, dan kehidupannya secara spesifik. Hal tersebut membuat anaknya, yang pada awalnya tidak berminat untuk mengikuti kompetisi tersebut mau ikut serta agar dapat mendapatkan pemahaman yag lebih dalam tentang almarhum ayahnya dan passionnya terhadap wine.
Aspek tekhnis dari industri/perkebunan wine/anggur juga selalu menjadi fokus utama dari manga ini. Satu hal yang ingin disampaikan oleh manga ini kepada pembacanya adalah bagaimana wine memiliki banyak variasi sebagai akibat dari berbagai aspek, seperti tanah, kebun atau era tanam yang berbeda. Lebih jauh lagi manga ini ingin menunjukkan bahwa selalu ada wine yang tepat untuk semua orang, semua suasana, dan setiap kesempatan.
Secara keseluruhan faktor kompetisi dan mister di manga ini selalu membuat gw tertarik akan apa yang terjadi kemudian. Rasanya seperti membaca manga thriller/detektif karena manga ini membuat pembaca menerka-nerka pesan dibalik petunjuk yang diberikan. Selain itu untuk orang yang belum pernah dan mungkin tidak akan pernah meminum wine sebelumnya, gw rasa manga ini bisa jadi referensi untuk memperluas pengetahuan gw di teritori yang tidak gw kenal itu.
No comments:
Post a Comment