Escalators, swings, fireworks, hot air balloons, fresh milk, bicycle,
AC, recycling, global warming, elephant, festivals, fishing, flowers,
revenge, instant noodles, the beach, almost every thing both simple and
complicated are there in this manga. Somehow all of those stuff are
written in a happy, joyful way, as the way of how Yotsuba’s mind works.
The story starts as Yotsuba a happy-go-lucky 5 year old girl and his
dad (family name Koiwai, first name unknown XD) were moving to a new
friendly neighborhood in Japan. Later on the manga it was told that
Yotsuba was adopted by his dad when he found her in some foreign
country. Yotsuba used to live with his Dad’s mother in a small island in
the left (that’s how its been told XD), thus at the new neighborhood
she found a lot of new interesting things.
Actually those interesting magical things that Yotsuba see are only
ordinary things in everyday life, but this manga shows me that in the
eyes of a 5 year old girl, everything is magical :D
I like how the characters in this manga, despite of their
comicallity, could still felt like real normal people. People could
still easily relate to the personality of the people around Yotsuba,
like their neighbors; Ena the curious sweet little girl, Asagi the
pretty and cool big sister, Fuuka the smart dilligent girl next door,
and their mom a laid back housewife, also her Dad’s friend, Jumbo and
Yanda. They also have normal daily conversations, like what food to eat
today, which car to buy, what to do, etc, but somehow it all still feels
interesting to read since the author makes me want to know more about
these ‘normal’ characters. At one point it kinda feels like trying to
know your friend or people in our real life, how they feel, how they
behave, since they all feel so normal.
One of my favorite and memorable scene is when Yotsuba dealing with
global warming at one summer. She’s torn between turning the AC on or
off since Ena said it could cause global warming and it’s an evil thing,
then Asagi just said,
"Just turn on all the AC, so we can cool the earth down." XD
and that’s it, end of conflict.
Imagine how life would be cool and peaceful if we have a lot of Yotsuba’s and co. in this world XD
__________________________________________________________________________________
Eskalator, ayunan, kembang api, balon udara, susu segar, AC, daur ulang, global warming, gajah, festival, memancing, bunga, mie instan, pantai, balas dendam, hampir semua hal yang rumit maupun sederhana dibahas di komik ini.Entah bagaimana, semua hal di atas bisa dibahas dengan nada yang gembira, dan positif sebagaimana otak Yotsuba bekerja.
Cerita dimulai ketika Yotsuba gadis cilik ceria dan ayahnya (nama keluarga Koiwai, nama panggilan entah XD) pindah ke komplek perumahan baru di Jepang. Di jilid berikutnya dijelaskan bahwa Yotsuba diadopsi oleh ayahnya ketika dia bekerja di suatu negara asing. Tadinya Yotsuba tinggal bersama ibu ayahnya di sebuah 'pulau kecil di sebelah kiri' (yahh itu penjelasannya di komik ini). Disinilah kemudian petualangan Yotsuba dimulai.
Sebenarnya hal-hal yang menjadikan hidup Yotsuba sebagai suatu 'petualangan', adalah benda-benda yang biasa kita temukan sehari-hari. Tapi manga ini menunjukkan bahwa di mata anak berumur 5 tahun semua benda yang biasa tadi bisa jadi menakjubkan XD.
Satu hal lagi keunggulan manga ini adalah bagaimana karakternya, walaupun tetap bersifat komikal, tapi perilakunya tetap berkesan natural. Sehingga pembaca dapat mudah mengasosiasikan sifat-sifat orang-orang di sekitar Yotsuba dengan orang-orang nyata di sekitar kita. Ada Ena si gadis manis yang selalu ingin tahu, kakak-kakaknya; Asagi yang keren dan cantik dan Fuuka yang aktif dan pintar, ibu mereka, seorang ibu rumah tangga yang 'nyantai', juga sahabat-sahabat ayahnya; Jumbo si raksasa berhati sutra dan Yanda si usil.
Tokoh-tokoh ini juga melakukan dialog dengan bahasan yang normal; seperti makan apa hari ini, mobil apa yang bagus, apa rencana hari ini, dll. Namun entah bagaimana manga-kanya bisa membuat bahasan-bahasan yang normal itu menjadi menarik dan membuat gw ingin terus tahu lebih banyak tentang karakter-karakter yang 'normal' ini. Di satu titik rasanya seperti sedang mencoba untuk mengenal teman atau orang di kehidupan nyata. Bagaimana sifat mereka, kebiasaan mereka. Semua karena nuansa 'normal' tersebut.
Salah satu adegan favorit gw dan paling gw inget adalah ketika Yotsuba sedang menghadapi dillema global warming di suatu musim panas.
Dia bingung apakah dia boleh menyalakan AC karena Ena bilang bahwa itu bisa menyebabkan global warming, dan itu adalah hal yang buruk. Tapi kemudian Asagi datang dan bilang,
"Nyalakan saja AC-nya, supaya kita bisa mendinginkan bumi"
dan begitu saja masalah terpecahkan XD
coba bayangkan betapa nyantai dan damainya hidup seandainya ada banyak Yotsuba dan kawan-kawan di dunia ini :)
(Originally this post was published in my tumblr page macchamochi.tumblr.com)