Thursday, August 28, 2014

Eagle - Underdog Can Win

Election season has just ended here in Indonesia. Congrats to our new elected president, hopefully you'll get the same amount of support during your presidency as how you did on your campaign.

Speaking of election, I guess there's no better manga that has been published here that portrayed this theme as well as Eagle. Its manga-ka, Kawaguchi Kaiji has successfully made politically themed manga such as A Spirit of the Sun and Zipang.

Detalle portada Eagle 1

Eagle itself is a manga of the journey of a half Japanese American in becoming POTUS. Yeah, of course it is a bit far fetched XD but who knows really, they already have an African American president now, maybe in less than a century we have an Asian American one.

Sure there's dramatization here and there, it is a manga afterall, but there's this episode that I think is that can be the key winning strategy for every underdog/minority candidate out there, even in real campaigns.

In one of its volumes, there's this black campaigning thing happen which discredit the main character background as minority. Well, in short it is how can they accept a Japanese blood to run the country, but it is then when the whole awesome back lash strategy kicks in. Since America is the so called most tolerant and democratic country out there, the campaign bring up this matter by asking random people on the street whether they are tolerant enough to have a minority to lead them. And of course being the good nice people they are, they said that they are tolerant and OK with it.

I wished this strategy can be used here in Indonesia, I'm curious to see what will people response be when they are being asked such questions candidly on the street. Well, maybe the religious fanatic will still go all defensive, but what about the urban ones, what will they answer be when they are being ask whether they are being led by a son of an  ex-communist (not even a communist now). I bet they would go all modern and hip and answer that it is totally not a problem since they are highly evolved people with open minds, which is actually not a bad thing and might just be a thing I do :P

So for those who suddenly are still 'into' politics after  this election season, or simply just miss the thrill of it I highly recommend this manga. Even better Gramedia now sells the whole series in bundles.

___________________________________________________________________________________


Periode pemilu baru saja lewat di Indonesia. Selamat untuk Pak presiden terpilih, semoga Bapak bisa terus mendapatkan dukungan yang kuat, sekuat masa kampanye dulu.

Ngomong-ngomong soal pemilu, kayanya ga ada komik lain yang pernah diterbitkan di Indonesia yang sesuai dengan tema ini selain Eagle. Pengarangnya, Kawaguchi Kaiji, dengan sukses membuat manga dengan background sejenis seperti Zipang dan Spirit of the Sun.

Eagle sendiri adalah manga yang mengisahkan perjalanan seorang calon presiden Amerika keturunan Jepang. Yah, tentu aja agak jauh khayalannya XD tapi siapa tahu, sekarang aja presidennya sudah orang Afrika Amerika, mungkin saja dalam kurang dari se-abad lagi kita akan punya presiden Asia Amerika.

Seperti biasa, memang masih ada dramatisasi di sana sini, namanya juga manga, namun ada satu episode di manga ini yang menjadi yang bisa menjadi strategi kunci kemenangan bahkan bagi kampanye sungguhan.

Di salah satu chapternya, ada kampanye hitam yang dilakukan untuk mendiskreditkan latar belakang si tokoh utama sebagai minoritas. Singkatnya, bagaimana bisa mereka menerima seorang yang tidak berdarah murni untuk memimpin pemerintahan, namun strategi tersebut malah berbalik menyerang mereka. Secara Amerika sebagai negara yang 'dikenal' memiliki tingkat toleransi dan demokrasi yang tinggi, kampanye sang tokoh justru menjadikan pemberitaan negatif tersebut sebagai bagian dari strategi pemenangan mereka.

Mereka menanggapi pemberitaan negatif tersebut dengan mewawancara secara acak orang-orang biasa di jalanan apakah mereka cukup toleran untuk memilih 'minoritas' sebagai pemimpin mereka. Dan tentu saja sebagai warga negara yang baik, berpendidikan dan toleran mereka menyatakan bahwa mereka baik-baik saja dan dapat menerima hal tersebut.

Seandainya strategi semacam ini bisa diterapkan di sini gw penasaran dengan respon orang-orang di jalan ketika mereka secara candid ditanyakan hal tersebut. Yah, mungkin bagi yang agamis mereka akan lebih defensif dan langsung menolak,  namun bagaimana dengan mereka-mereka yang merasa sebagai golongan kaum urban? Apa jawaban mereka bila ditanyakan bagaimana bila pemimpin mereka adalah... misalnya, anak mantan-PKI (yang bahkan sekarang sudah bukan PKI lagi). Gw rasa mereka akan menanggapi seolah-olah hal tersebut bukanlah masalah karena yah, mereka adalah manusia dengan pemikiran terbuka dan sudah jauh berkembang, yang sebenarnya bukan hal yang buruk juga sih, bahkan mungkin juga sesuatu yang akan gw lakukan :P

Jadi untuk kalian-kalian yang tiba-tiba jadi sangat gandrung dengan politik bahkan setelah masa pemilu ini lewat, atau mungkin hanya merindukan ketegangan ketidakjelasan dunia politik yang penuh drama makna-makna ganda,  gw sangat merekomendasikan manga ini. On the plus side, sekarang komik ini dijual secara paketan di Gramedia.



Tuesday, August 26, 2014

Manga-ka Review: Ai Morinaga - Shoujo mangas with extra wackiness





Comedy and shoujo manga does not go well most at the times. Imho, jokes in shoujo manga usually are just bland and unfunny. In this rare genre hybrid of comedy and shoujo there's Ai Morinaga mangas which to me stand out as the perfect combination of both.

Most people may know her from her earlier work Yamada Taro no Monogatari (adapted to a Taiwanese Drama under the title "Poor Prince"). Younger reader may know her from My Heavenly Hockey Club and her latest work Kirara no Hoshi (published in Indonesia by M & C as Becoming a Star).
 
http://l.mfcdn.net/store/manga/632/cover.jpg?1379819258 http://img.mangayes.com/files/img/logo/20100801/201008012115053463.jpghttp://l.mfcdn.net/store/manga/858/cover.jpg?1347495602http://f.ptcdn.info/018/012/000/1384188684-KOKirarano-o.jpg

Unlike other shoujo manga, her titles are just plain funny. She's certainly not afraid to poke fun with the 'perfect' characters image which are usually stereotypes in shoujo mangas. Sure her characters are usually 'visually perfect' and beautiful as most shoujo manga do. But what she's exceptionally good at is mixing that perfect outer with usually insanely crazy quirks in the inside.

She first done this with Yamada Taro the 'poor prince'. Yeah he's a handsome high schooler with perfect grades, but behind that his thriftiness can only be competed by Hagemaru. Then move on to her latest character, Hoshi, who somehow is afraid of being handsome.

Also romance, which is also usually one of the main ingredients in a shoujo manga are usually not the main themes in her mangas. She always has other main topic while the romance side felt more like a character and story development. On the other hand, she still has some those scenes that scream love and made readers heart beat faster as other shoujo mangas do.

At times it even feel like she's making a parody of other shoujo mangas. By referencing or just plainly made fun of other shoujo manga stereotypes.

The extras are also really comical and wacky, just see some of her characters bellow:

http://m.mhcdn.net/store/manga/9371/01-003.0/compressed/c015.jpg?v=11350775021   



       Kirara no Hoshi 6 Page 42

All in all, I always find her mangas  fresh and entertaining :)

__________________________________________________________________________________


Komedi dan komik shoujo biasanya terasa kurang pas bila dipadukan. Jujur saja, gw sering merasa kalau lelucon-lelucon di komik cewek itu biasanya berkesan kaku, dipaksakan, dan ujung-ujungnya tidak lucu. Nah, di tengah-tengah kelangkaan akan komik komedi shojo yang mumpuni, manga-manga karya Ai Morinaga menurut gw selalu berhasil mengkombinasikan dua genre ini dengan baik.

Kebanyakan orang mungkin mengenal nama Ai Morinaga sebagai manga-ka dari Yamada Taro no Monogatari (yang telah diadaptasi menjadi drama taiwan dengan judul Poor Prince). Sedangkan pembaca dengan generasi yang lebih muda mungkin mengenalnya dari My Heavenly Hockey Club dan karya terakhirnya yang diterbitkan oleh M & C, Kirara no Hoshi (Becoming a Star).

Tidak seperti manga shoujo lainnya, karya-karyanya benar-benar lucu. Dia tidak pernah takut untuk menjelek-jelekan tokoh-tokoh yang biasanya dalam manga-manga shoujo selalu terjaga 'kesempurnaannya'. Memang sih, karakternya secara visual tetap sempurna dan terlihat cantik, namun dia selalu melengkapi sisi luar yang sempurna ini dengan sifat dan jalan cerita yang aneh-aneh dan nyentrik.


Salah satu tokoh rekaannya yang benar-benar nyentrik adalah Yamada Taro sang 'Poor Prince'. Memang dia adalah siswa SMA yang ganteng dan nilai-nilai yang sempurna, namun dibalik itu semua, kepelitannya cuma bisa disaingi oleh Hagemaru. Kemudian karakternya yang terbaru di Becoming a Star, Hoshi, justru merasa terkutuk karena kegantengannya.

Sedangkan perihal cinta-cintaan yang biasanya merupakan komposisi utama dari komik shoujo tidak pernah menjadi inti dari manga-manganya. Dia selalu punya topik lain sedangkan sisi romansa terasa lebih seperti bagian dari perkembangan cerita dan karakter. Bahkan biasanya baru dimunculkan di jilid-jilid terakhir karyanya. Namun di sisi lain, masih ada momen-momen dalam manganya yang 'so sweet' dan bisa membuat pembacanya deg-degan sebagaimana komik shoujo mestinya.

Ada juga beberapa adegan yang terasa seperti parodi dan sindiran kepada komik-komik shoujo lainnya, seperti adegan berikut:


Tokoh-tokoh pendukungnya juga digambarkan secara lucu dan nyeleneh, coba saja lihat beberapa tokoh figuran yang sering muncul di manga-manganya;


Yah secara keseluruhan, komik karya Ai Morinaga sangat direkomendasikan buat orang yang sedang suntuk dan butuh bacaan yang ringan, segar dan menghibur :D



http://www.manga-news.com/public/images/authors/ai-morinaga.jpg